
Warisan Kerajinan Kulit Terbaik Indonesia Sejak 1947
Keindahan Abadi Kulit Asli Indonesia.

Sejarah Manding berawal pada tahun 1947, ketika tiga pemuda visioner—Prapto Sudarmo, Ratno Suharjo, dan Wardi Utomo—memulai perjalanan panjang dengan belajar membuat pelana kuda dari industri kerajinan kulit di Kotawijayan, Yogyakarta. Setelah menguasai keterampilan tersebut, mereka kembali ke Desa Manding dan memulai produksi berbagai produk kulit: tas, ikat pinggang, sepatu, hingga wayang kulit yang menjadi ikon budaya Indonesia.

Dari tahun 1970-an hingga awal 2000-an, Manding mencapai puncak kejayaannya dengan 650 pengrajin aktif yang tersebar di 95 rumah produksi. Produk-produk kami tidak hanya dipasarkan di Jakarta, Surabaya, dan Bali, tetapi juga berhasil diekspor ke Jepang, Korea Selatan, Belanda, dan Jerman. Setiap jahitan, setiap detail, mencerminkan kebanggaan akan craftsmanship Indonesia.

Meskipun menghadapi tantangan dari produk sintetis dan perubahan pasar global, kami tetap teguh pada komitmen kami: hanya menggunakan kulit asli berkualitas tinggi dari sapi dan kambing pilihan. Kami menolak kompromi dengan bahan imitasi, karena kami percaya bahwa keaslian adalah jiwa dari setiap produk Manding.

Filosofi kami adalah menciptakan produk yang tidak hanya tahan lama, tetapi juga membawa cerita dan nilai. Kami menerapkan metode penyamakan nabati (vegetable tanning)—proses ramah lingkungan yang menggunakan bahan alami dari tumbuhan seperti tanin dari kulit kayu. Metode ini tidak hanya menghasilkan kulit dengan tekstur natural dan ketahanan superior, tetapi juga menunjukkan komitmen kami terhadap keberlanjutan lingkungan.
Kami berkomitmen 100% pada kulit asli (sapi atau kambing pilihan)—tidak ada bahan sintetis atau imitasi. Keaslian adalah jaminan kami.
Produk kami bukan hasil produksi massal. Setiap produk dikerjakan dengan standar kualitas tertinggi—dari pemilihan bahan hingga finishing akhir.
Setiap produk adalah hasil karya tangan pengrajin yang mewarisi keterampilan dari generasi sebelumnya, berbagi cerita dan warisan budaya.
Melalui penyamakan nabati, kami meminimalkan dampak lingkungan dan mendukung ekonomi lokal dengan memberdayakan pengrajin setempat.
Kami menggabungkan estetika tradisional dengan desain kontemporer yang relevan, memastikan produk tidak hanya indah tetapi juga fungsional dipakai sehari-hari.
Keahlian di Balik Setiap Produk

Di Manding, setiap produk lahir dari tangan-tangan terampil yang telah mengasah kemampuan mereka selama puluhan tahun. Meskipun jumlah pengrajin aktif kini sekitar 15 master craftsmen (dari puncak 650 pengrajin di masa lalu), mereka mempertahankan standar kualitas tertinggi.

Kulit sapi dan kambing asli berkualitas premium dari daerah Magetan, Jawa Timur, yang dipilih karena reputasinya sebagai penghasil bahan baku kulit terbaik. Premium memiliki makna kulit dipilih dari hewan ternak terbaik dengan tekstur halus, minim cacat alami, serat kulit padat, dan ketebalan merata - menghasilkan produk akhir yang lebih tahan lama dan memiliki tampilan mewah.

Proses rubati (alami) yang membutuhkan waktu lebih lama, menghasilkan kulit yang breathable, ramah lingkungan, dan awet. Ramah lingkungan dalam hal ini merujuk pada penggunaan bahan penyamak nabati dari ekstrak tanaman (seperti kulit kayu akasia atau mimosa) tanpa menggunakan kromium atau bahan kimia berbahaya yang dapat mencemari air dan tanah.

Jahitan tangan yang kuat dan rapi, dengan pola yang dibuat presisi tinggi, dilengkapi dengan ketelitian dan keteraturan pada setiap sudut dan sambungan. Proses ini mencerminkan setiap produk memiliki kekuatan struktural maksimal dan estetika yang konsisten, dengan perhatian khusus pada simetri dan durabilitas jahitan.

Proses akhir memberikan pewarnaan berkualitas dan pembentukan patina natural yang semakin indah seiring waktu. Tahap ini mencakup pengamplasan halus, aplikasi cat/minyak khusus kulit, pemolesan bertahap, dan quality control ketat untuk memastikan setiap produk memiliki kilau natural, tekstur lembut, dan perlindungan optimal terhadap air dan noda.
Menjadi sentra kerajinan kulit terdepan di Indonesia yang diakui secara global atas kualitas, keaslian, dan komitmen terhadap keberlanjutan—menjembatani tradisi dengan inovasi modern.
Melestarikan warisan kerajinan kulit tradisional Indonesia.
Menghasilkan produk kulit berkualitas tinggi dengan craftsmanship terbaik.
Memberdayakan pengrajin lokal melalui regenerasi keterampilan.
Memperluas akses pasar melalui digitalisasi tanpa meninggalkan nilai tradisional.
